Selasa, 21 Desember 2010

MAKALAH “ Perbedaan Individu dan Jenis Kebituhan Anak Sekolah Dasar“


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang mana atas izin dan kesempatanNya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas suci ini dengan baik dan saksama, karya ilmiah yang berjudul “ Perbedaan Individu dan Jenis Kebituhan Anak Sekolah Dasar“ merupakan sebuah teori yang diasukan oleh dosen kepada kami, namun dengan metode yang cesth keilmiahan  ini saya sebagai penulis juga dapat berproses dalam dunia sainc, dan dengan hal ini saya juga dapat melati untuk  mengetahui dan mengembangkan privasi-privasi pikiran saya.
Teori ini juga merupakan bagian penting dalam program studi, jadi selayaknya dijadikan sebagaibahan ilusioner dan kajian ilmiah agar dapat bermanfaat bagi Kami. Dan mungkn ulasan teori ini belum dapat sempurna sesuai dengan yang aslinya, namun itu Kami sebag penulis mohon maaf atas kesalahan perupa tulisan dan kata-katanya. Dan apa bila pembaca dapat menemukan kesalahan mohon diberisaran dan keritikan dalam hal untuk membangunaar karyah ini dapat bermanfat bagi kita dan generasi selanjutnya.
            Ucapan terimakasi yang takterhingga kepada Bapak/Ibu  Dosesn Pengasu, muda-mudahan ilmu yang bapak/ ibu berikan punya makna yang sangat besar bagi kami, dan hanya Tuhan Yang Maha Besarlah yang dapat membalas budi bakti bapak/Ibu. Dan semoga bapak/Ibu Di rihdai di sisi Allah SWT Tuhan semesta alam.












DAFTAR ISI
Halaman judul……………………………………………………………………………i
Kata Pengantar…………………………………………………………………………..ii
Daftar Isi……………………………………………………………………….………...iii
BAB    I           PENDAHULUAN…………………..…………………………..………1
I.I    Latar belakang………………………………………………..……1
I.2    Tujuan……………………………………………...………………1
BAB    II         PMBAHASAN……………………………………………….…………2
2.1       Perbedaan Individu dan Jenis Kebutuhan Anak Usia Sekolah
            Dasar…………………………………………………………………….2
1.      Perbedaan Anak Usua Sekolah Dasar…………………………….2
2.      Jenis-jenis Kebutuhan Anak Usia Sekolah Dasar………………..3
BAB    III.       PENUTUP………………………………..……………………………4
                        3.1       Kesimpulan…………………………….…….…………………4
                        3.2       Saran……………………………………………………………4
DAFTAR PUSTAKA………………….…………………………………...…v







BAB    I
PENDAHULUAN
1.1                            Latar Belakang

Pada hakikatnya setiap manusia itu mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama hidupnya. Perkembangan manusia mencakup banyak sekali aspek dalam kehidupan yang kita jalani. Semua manusiapasti akan mengalami itu semua yaitu tumbuh dan berkembang. Tetapi tidak hanya itu yang dialami manusia adabanyak sekali aspek-aspek yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.
            Disini,saya akan mencoba menulismateri tentang pertumbuhan dan perkembangan  tersebut sesuai dengan kompetensi yang di ajarkan atau di bahas dalam mata kuliah perkembangan pserta didik.

1.2              Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai tugas perkembangan peserta didik yang di imbangkan kepada kami untuk melakukan presentasi dan untuk mengejar materi yang sudah lama tertinggal, oleh sebab itu dengan terbentuknya karyah ilmiah ini dapa menjadi acuan untuk melanjutkan ketertinggalan itu.
Dengan demikian tujuan utama dalam makalah ini adalah untuk mendesaings perkembangan pada siswa sekolah dasar dan kebutuhan pada anak usia sekolah dasar, dimana suda di jelaskan dalam BAB pembahasan.






BAB    II
PEMBAHASAN
2.1       PERBEDAAN INDIVIDUAL DAN JENIS KEBUTUHAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR.
 1. Perbedaan Individual Anak Usia SD
1.      Perbedaan individual seorang anak akan terjadi pada setiap aspek perkembangan anak itu. Aspek perkembangan tersebut di antaranya adalah pada aspek perkembangan fisik, intelektual, moral, maupun aspek kemampuan.
2.      Perbedaan pada aspek perkembangan fisik jelas terlihat dari perbedaan bentuk, berat, dan tinggi badan. Selain itu, perbedaan fisik juga dapat diidentifikasi dari segi kesehatan anak. Sedangkan perbedaan pada aspek perkembangan intelektual dapat dilihat sejalan dengan tahapan usia, kemampuan anak pun meningkat. Namun demikian, karena pengaruh berbagai faktor, kemampuan di antara anak-anak tersebut bisa berbeda. Misalnya, si A pada usia 7 tahun sudah bisa membuat suatu karangan yang bersifat aplikasi dari suatu konsep, tetapi si B pada usia yang sama belum bisa melakukan hal yang dilakukan A.
3.      Piaget dan Kohlberg masing-masing mempunyai pandangan tersendiri tentang perbedaan pada aspek perkembangan moral. Piaget mempunyai pandangan bahwa moralitas berkembang pada 2 tahap utama, yaitu tahap hambatan moralitas dan moralitas kerja sama sedangkan Kohlberg melukiskan 3 tingkatan alasan moral, yaitu pra-conventional morality, conventional morality dan post-conventional morality.
4.      Perbedaan kemampuan seorang anak bisa mencakup perbedaan dalam berkomunikasi, bersosialisasi atau perbedaan kemampuan kognitif. Faktor yang menonjol dalam membentuk kemampuan kognitif adalah faktor pembentukan lingkungan alamiah dan yang dibuat.



 2.Jenis-Jenis Kebutuhan Anak Usia SD
1.      Istilah “kebutuhan”, “dorongan”, atau “motif” pada kehidupan sehari-hari sering digunakan secara bergantian. Namun demikian, secara konsep ada perbedaan di antaranya. Kebutuhan lebih mengacu pada keadaan di mana seseorang terdorong melakukan sesuatu karena adanya kekurangan pada jaringan-jaringan di dalam dirinya yang lebih bersifat fisiologis. Sedangkan dorongan atau motif merupakan kebutuhan tingkat tinggi yang bersifat psikologis.
2.      Banyak ahli di bidangnya melakukan penggolongan terhadap aspek-aspek kebutuhan, dan pada umumnya bisa dikatakan sama intinya. Cole dan Bruce (1959) membagi kebutuhan menjadi 2 golongan yaitu kebutuhan fisiologis dan psikologis. Sedangkan A. Maslow (1954) membagi kebutuhan menjadi 7 tingkatan atau jenjang dari yang mendasar hingga kebutuhan yang paling kompleks.
3.      Dalam kaitannya dengan perbedaan individu pada anak usia SD, digunakan penggolongan kebutuhan oleh Lindgren (1980) berupa 4 tingkatan kebutuhan yaitu kebutuhan jasmaniah, perhatian, dan kasih sayang, kebutuhan untuk memiliki dan aktualisasi diri.
4.      Hurlock (1978) menyatakan bahwa dalam pemenuhan beberapa kebutuhan anak, disiplin dapat digunakan. Sedangkan DeCecco dan Grawford (1974) mengajukan 4 sikap guru dalam memberikan dan meningkatkan motivasi siswa.








BAB    III
P E N U T U P
3.1. KESIMPULAN
Seorang dosen/guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan juga adalah kebutuhan peserta didik. pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogiyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa. Sepeti Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis, Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman, Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang atau Penerimaan, Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri , Pemenuhan Kebutuhan Akatualisasi Diri.
3.2. SARAN
      Didalam makalah ini kami sarankan kepada pembaca agar dapa menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan karateristik anak usia SD, maka itu kami sebagai penulis mohon di berikan saran dalam hal untuk membangun, agar kita sama-sama memperbaikinya, dan muda-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan kita sekalian, amin.







DAFTAR PUSTAKA

Kurniawan Nursidik,”karakteristik dan kebutuhan pendidikan anak usia Sekolah dasar”, 15  oktober 2007 : http://nhowitzer.multiply.com/journal/item/3
Puerwadarminta, kamus umum bahasa indonesia, (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1984), Purwanto M. Ngalim, psikologi pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya,2007)
Sudrajat, Ahmad ”Aplikasi Teori Kebutuhan Maslow di Sekolah”, psikologi pendidikan,24 Maret 2008:http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/24/aplikasi-teori-kebutuhan-maslow-di-sekolah/
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar